Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

HAUL EYANG HASAN MAOLANI DI LENGKONG

Gambar
KUNINGAN (CT) – Ribuan warga dari belahan mengikuti peringatan haul ke-142 Eyang Hasan Maulani Menado, di kompleks makam rambut, Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Minggu (03/05).
Habib Quraisy Baharun dalam petuahnya menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan ajaran dan perjuangan yang memiliki nilai keislaman. Terlebih dalam tema kegiatan peringatan itu bertuliskan ajakan dalam memperkokoh NKRI sebagai bumi Ahlussunah waljama’ah.
“Semua dalam kehidupan ini bukan merupakan bentuk kebetulan, melainkan semuanya itu sudah ada dalam ketentuan atau Irodat Allah SWT,” terang Habib Quraisy di depan ribuan mustami.
Hadir dalam pelaksanaan haul Eyang Hasan Maulani yang juga tokoh pemuka agama di kuningan ini, yakni Staf ahli bupati kuningan, H. Jajat Sudarajat, Kapolsek dan Danramil serta pupuhu pengurus cabang NU kuningan, R. Machmud Silahudin.
“Dalam kegiatan apapun ada etikanya, misalnya dalam pengajian atau haul seperti ini. Diamlah wahai musuh A…

JEJAK PETUALANG DI EYANG MENADO

Gambar
Pembaca dan penggemar jejak petualang di antara dua dunia ,
yth. episode kali ini mengisahkan tentang salah satu penyiar agama islam di Manado ,juli 2011 yang bernama Eyang Hasan Maolani yang ceritanya dulu pernah disandera oleh Belanda di bawa ke Cirebon karena Eyang Hasan Maolani mempunyai kelebihan indra ke 6 yang tidak dimiliki oleh makhluk lain ,makom Eyang Hasan Maolani berada di kampung Jawa Tondam ,Sulawesi Utara.
Beliau wafat rabu wage pkul 17.00 wita bertapatan dengan 12 rabiul awal 1291 hijiriah atau 30 aprl 74 karena history dari Eyang Hasan Maolani adalah mempunyai pengaruh besar didalam penyiaran islam di Manado karena dalam sejarah dahulunya  diduduki oleh kaum nasrani termasuk belanda menduduki Manado sampai-sampai di saat penyandraan Eyang Hasan Maolani dari Manado ke cirebon sampai di cirebon belanda memotong atau mencukur rambut dan jenggot dari Eyang Hasan Maolani yang menurut cerita konon katanya rambut dan jenggot Eyang Hasan Maolani mempunyai kekuatan yang luar…

MAKAM EYANG HASAN MAOLANI

Gambar
EYANG Hasan Maolani dilahirkan di Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan pada 22 Mei 1782. Ia merupakan salah seorang keturunan Kiai Bagus Luqman bin Kiai Syatar Citangtu, keturunan ke-12 Sunan Kali Jaga. Selama hidupnya, Eyang Hasan Maolani terkenal sebagai ulama dan tokoh yang jadi anutan. Beliau pun dikenal sebagai salah seorang perintis penyebaran agama Islam di Kuningan.

Hingga saat ini, makam dan rumah Eyang Hasan Maolani yang juga berjasa membangun Masjid Al Barokah di Kecamatan Garawangi, banyak dikunjungi warga dari luar daerah Kabupaten Kuningan. Para pengunjung datang untuk berdoa dan ingin tahu tentang sejarah Eyang Hasan Maolani. Mereka pun ingin mengetahui dan mempelajari sejauh mana keberadaan 40 fathul korib tulisan tangan.

Kiai Emon (65), sesepuh Pondok Pesantren (Pontren) Baitul Mutaalli Mi'in Lengkong, keturunan ke-5 ulama Lengkong dari Eyang Hasan Maolani, kepada "GM", Jumat (4/9), mengatakan, makam dan rumah Eyang Hasan Ma…

EYANG MENADO DARI LENGKONG KUNINGAN

Gambar
Apakah ini berarti ulama kurang berperan dalam perjuangan meraih kemerdekaan? Agaknya bukan itu penyebabnya, namun peran para ulama, para kiai belum banyak digali para peneliti. Di Jawa Barat, ada banyak kiai, ulama yang berjuang sejak abad ke-19 hingga masa perang kemerdekaanHINGGA 2006, jumlah pahlawan nasional bangsa Indonesia baru 136 orang. Hanya delapan orang yang berasal dari kalangan ulama, 2 orang di antaranya berasal dari Jawa Barat, yaitu K.H. Zaenal Mustofa dari Singaparna (Kabupaten Tasikmalaya), dan K.H. Noer Alie dari Kabupaten Bekasi.
Dalam menghadapi pengaruh penetrasi Barat satu-satunya jalan yang dapat ditempuh adalah melakukan gerakan sosial sebagai bentuk protes sosial. Demikian juga yang terjadi di berbagai tempat di Tatar Sunda, termasuk di Kabupaten Kuningan. Gerakan sosial yang terjadi di daerah ini dilakukan oleh Kiai Haji Hasan Maolani (1779-1874) dari Desa Lengkong. Masyarakat mengenalnya sebagai “Eyang Menado” karena ia diasingkan ke Menado (meskipun s…

KRONOLOGI SINGKAT PERJALANAN EYANG MENADO

Gambar
KH. Hasan Maolani, sebenarnya nama yang cukup dikenal khususnya oleh masyarakat Kabupaten Kuningan. Dia adalah salah seorang tokoh pemuka agama Islam yang memiliki ilmu tinggi sekaligus pejuang dalam merebut kemerdekaan RI. Meskipun nama KH. Hasan Maoalani tidak tercatat dalam lembaran buku sejarah nasional, namun ia boleh dikatakan sejajar dengan Pahlawan Cut Nyak Dien, Teuku Umar, Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro.
Sebagaimana terungkap dalam buku sejarah Perjalanan KH. Hasan Maolani yang ditulis Tisna Werdaya, Tahun 1973, Eyang Hasan Maolani lahir di daerah Lengkong sekira tahun 1779, kini Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan.
Dia adalah seorang Kyai yang punya ilmu tinggi. Bukan saja ilmu agama, namun punya keahlian dalam ilmu kebathinan, bela diri, seni suara, seni ukir dan seni baca Al-quran.
Sekira tahun 1800, Kyai Hasan Maolani mulai berjuang dengan cara mendirikan pesantren Lengkong Kuningan. Di pesantren itu, dia selain mengajarkan il…

KETURUNAN EYANG HASAN MAOLANI

Gambar

TEMPAT ZIARAH SUKAMUKTI KUNINGAN

Berbagai hadits dan penjelasan yang telah lewat secara tersurat telah menunjukkan tujuan pensyariatan ziarah kubur. Tujuan pensyari’atan ziarah kubur adalah: Peziarah mengambil manfaat dari ziarah yang dilakukannya, yaitu mengingat kematian dan merenungkan kondisi mereka yang telah wafat, memikirkan bahwa tempat kembali mereka adalah menuju ke surga atau neraka. Hal ini akan melembutkan hati mereka yang keras dan senantiasa memikirkan perjalanan akhirat yang kelak mereka tempuh. Memberikan manfaat kepada mayit yang diziarahi dan berbuat baik padanya, yaitu dengan mengucapkan salam, mendo’akannya dan memohon ampun baginya apabila dia seorang muslim. Berikut ini adalah tempat ziarah yang bisa anda datangi di desa Sukamukti, yaitu :

TEMPAT ZIARAH ASTANA GEDE KUNINGAN

Dari 'Aisyah ra berkata: "Setiap Rasulullah saw bergilir bermalam di tempat 'Aisyah, pada akhir malam beliau keluar menuju ke makam Baqi', kemudian mengucapkan: Assalaamu 'alaikum daara qaumin mu'minina wa ataakum maa tuu'aduuna ghadan mu'ajjaluuna, wa innaa insyaa Allaahu bikum laahikuun. Allaahummaghfir li ahli Baqi'il Gharqad (Semoga kesejahteraan dilimpahkan atas kalian wahai penghuni perkampungan kaum mu'minin, dan akan datang kepada kalian apa-apa yang dijanjikan besok pada masa yang telah ditentukan. Dan insya Allah aku akan menyusul kalian. Ya Allah ! Ampunilah dosa-dosa penghuni Baqi' Gharqad ! (Hadits Riwayat Muslim).
Sunnah hukumnya mengucapkan salam kepada ahli kubur dan bacaan-bacaan yang diucapkan Nabi saw, seperti istighfar. Begitupula, boleh hukumnya berziarah ke kuburan pada waktu malam hari.
Dibawah ini banyak alternatif tempat yang bisa anda ziarahi di astana gede kabupaten Kuningan, diantaranya saja :